Minggu, 16 Oktober 2016

Salah Jurusan, Terus Gimana Dong?

Posted by Adrian on Minggu, 16 Oktober 2016

“Bro, kayaknya gue salah jurusan deh..”

“Mati gue, kok jurusan yang gue pilih sekarang ini gak sesuai sama passion dan hobby gue ya”
Kalimat-kalimat diatas seringkali terlontarkan oleh banyak mahasiswa mulai dari zaman kakek nenek kita hingga sekarang, sehingga tidak asing lagi di telinga kita apa yang disebut dengan “salah jurusan”.
Seharusnya kan jurusan itu kita sendiri yang memilih, okelah mungkin memang ada beberapa kasus dimana ia memang dipaksa ato bahkan keadaan yang memaksa ia untuk masuk ke jurusan tersebut, namun untuk kasus dimana kita yang memilih sendiri kok bisa sih kita salah pilih jurusan, padahal itu kan pilihan kita sendiri?
Oke sebagai pengantar, banyak orang bilang kehidupan perkuliahan itu seperti layaknya kita ada di sebuah hutan belantara yang mana kita tidak tahu apakah jalan yang kita ambil tersebut benar atau salah. Yang sering kita dengar dari orang lain adalah bahwa jika kita mampu untuk melewati hutan tersebut maka kita akan menemukan sebuah harta karun kebahagiaan yang bernama kesuksesan.
Ada orang yang berhasil melewati hutan tersebut dan sampai pada harta karun tersebut. Namun, tidak jarang juga orang yang berhasil melewati hutan tersebut dengan tangan hampa alias tidak menemukan harta karun tersebut. Atau parahnya lagi, ada yang tersesat dan tidak bisa keluar dari hutan tersebut dan akhirnya harus gugur di dalamnya karena sulitnya tantangan yang dihadapi. Kalian yang mana? #eak

Sebenarnya, kebingungan dalam hal perkuliahan merupakan hal yang sangat wajar dan manusiawi kita rasakan, karena bagaimanapun itu berarti secara tidak langsung mencerminkan bahwa kita telah dalam tahap memikirkan masa depan kita nantinya. Mungkin pernah terbayang di benak kita atau saat kita melamun, apakah jurusan yang kita pilih ini merupakan pilihan yang tepat bagi kita? Jika pernah, selamat berarti kehidupan kalian sebagai manusia masih tergolong normal karena tidak mungkin manusia, apalagi sudah dalam menginjak usia menuju dewasa tidak memikirkan sama sekali tentang masa depannya.
Proses pemilihan jurusan bagi setiap mahasiswa berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang masuk jurusan tertentu karena memang suka dengan bidang ilmu tersebut, ada juga yang mungkin terpaksa karena keadaan ekonomi sehingga memilih jurusan yang paling terjangkau, ada yang milih jurusan yang yang relevan dengan tempat kerjanya, ada juga yang memilih jurusan tertentu karena dipaksa oleh orang tuannya, mungkin ada juga orang yang memilih jurusan tertentu karena nama jurusannya terdengar keren (nah kalo kasus yang ini, beruntunglah jika jurusan itu memang sesuai dengan passion kalian, kalo enggak ya gitu deh.. selamat menjalani)
Terus gimana dong kalo kita ada dalam situasi tidak mengenakan tersebut? Apakah lantas kita menyerah begitu saja dengan keadaan? Tentu saja kita tidak ingin dong keadaan tersebut memaksa kita untuk akhirnya kita menyerah dan pasrah dengan keadaan tersebut.Nih, saya kasih 2 tips utama bagi kalian yang mengalami permasalahan tersebut, silahkan disimak, direnungkan, dan ya tentu saja diaplikasikan ya!


1.    Punyai “Semangat PDKT” dengan jurusanmu

Tak asing bukan dengan pepatah lama “Tak kenal tak sayang”? Ya! Hal yang mau kita bahas pun berkaitan dengan itu. Gini deh, gimana kita mau “sayang” dengan bidang yang kita geluti, kalo sedari awal aja kalian sudah memasang mindset negative “ah ini bukan jurusan yang aku minati, ngapain aku harus bersusah payah?”. Nah, itu tuh setan di pikiran kalian yang ngebuat kalian jadi malas untuk berusaha. Langkah pertama jika kalian emang ngerasa kalo kalian salah jurusan, yakni kenalan dengan bidang yang kalian geluti. Kenalan gimana sih yang dimaksud? Ya layaknya orang PDKT, kalian pasti mau selalu cari tahu seluk beluk si doi dong, mulai dari asalnya, gimana tingkah lakunya, gimana kehidupannya, gimana studinya, gimana keluarganya, kapan mau nikah, mau punya anak berapa #lohkokmakinngaco. Ya! kalian juga harus punya semangat kayak gitu terhadap jurusan kalian. Kalian harus punya semangat kayak gitu saat kalian mau “kenalan” dengan jurusan / bidang yang sedang kalian geluti saat ini. Percaya deh, saat kalian udah kenal dengan baik si “doi” kalian, pasti kalian lama kelamaan akan menikmati juga bidang yang kalian geluti dan tidak akan menjalankannya atas dasar keterpaksaan lagi, tapi dengan kerelaan hati dan kesukaan hati #ecie. Nah kalo langkah awal itu udah kalian lakuin dengan baik, pasti kalian akan punya semangat untuk maju yang lebih WAH lagi, so belajar untuk mengenali dan mencintai bidang yang kalian geluti saat ini ya!


2.   Punya Extra Mile Spirit!


Extra mile spirit? Apa itu kak? Sejenis minuman kayak Ex*ra J*ss? Bukan dek, bukan! Extra mile spirit yang dimaksud disini adalah berlari extra / bekerja extra. Lah kok harus extra, kenapa emang?Gini deh perumpamaannya, saat orang yang ibarat kata passion nya emang ada di jurusan yang tepat, jelas dong kalo start mereka lebih maju daripada kita yang saat baru pertama kali masuk cuma bisa lihat kiri kanan sambil senyum-senyum sendiri *loh. Nah, atas dasar itu bagi kalian yang tergolong dalam kategori yang ke dua jelas kita harus sadar diri dan berusaha sebisa mungkin untuk mengejar ketertinggalan kalian itu. Iya, mungkin pernah kalian melihat teman kalian dengan terheran-heran, “wih si dia kok hebat ya, ngerjain tugas itu cuma butuh waktu 1-2 hari. Lah gue, boro-boro kerjainnya, mikirinnya aja udah kayak disuruh mikir kapan metalica rilis album religi.” Nah untuk kalian yang ada dalam situasi itu, jangan minder sob! Tenang, harapan dan kesuksesan masih tersedia buat kalian! Gimana caranya? Ya itu dia, dengan mempunyai extra mile spirit, diharapkan kita bisa mengejar ketertinggalan itu. Jangan pernah sesekali berpikiran “dia bisa ngerjain tugas x hanya dengan waktu 1 hari, kok gue nggak bisa ya?”. Sekali lagi ingat sob! Kemampuan setiap orang itu berbeda-beda, apalagi buat kalian yang merasa tidak pada bidang yang sesuai dengan passion kalian dan berusaha untuk mengikutinya ya jelas beda! Contoh deh, orang yang sedari kecil udah sering main piano dengan orang yang baru belajar piano, saat disuruh aransemen sebuah lagu, mana yang duluan selesai? Udah tau kan jawabannya? Nah! Makanya jangan sesekali minder dengan mindset seperti itu, jangan takut untuk melangkah ekstra untuk mengejar ketertinggalan itu. Kalau kemampuanku bisanya mengerjakan tugas x selama 3 hari, kenapa harus dipaksa 1 hari? Jangan pernah takut dan jangan pernah minder dengan diri sendiri, percayalah dengan kemampuan diri sendiri dan terutama dengan Tuhan yang memberi akal budi itu sendiri.


Nah itu dia 2 tips utama jika kalian mengalami kondisi dimana jurusan / bidang yang kalian pilih tidak sesuai dengan passion kalian. Semoga tips-tips diatas dapat bermanfaat bagi kalian semua. Ingat, Tuhan tidak pernah salah menempatkan kalian berada pada jurusan / bidang yang sedang kalian geluti sekarang. Mungkin tanpa kalian sadari, Tuhan telah merencanakan sesuatu yang luar biasa diluar yang bahkan tidak pernah terpikirkan oleh kalian. Mungkin, Tuhan ingin kalian belajar sesuatu yang berharga pada jurusan yang sedang kalian geluti sekarang, yang nantinya akan berguna dan akan membawa kalian pada rencananya yang luar biasa itu. Akhir kata, ingat! Mimpi kalian tidak akan terhenti hanya karena kalian salah jurusan. Justru disaat itulah rencana Tuhan dimulai dan pilihan itu ada di tangan kalian sendiri, apakah kalian mau give up atau mau terus maju dan pantang menyerah! Selamat berjuang guys!













Previous
« Prev Post
Oldest
You are reading the latest post

4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Kau begitu sempurna
    Di mataku kau begitu indah
    Kau membuat diriku akan slalu memujimu

    Di setiap langkahku
    Ku kan slalu memikirkan dirimu
    Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu

    *
    Janganlah kau tinggalkan diriku
    Takkan mampu menghadapi semua
    Hanya bersamamu ku akan bisa

    Reff:
    Kau adalah darahku
    Kau adalah jantungku
    Kau adalah hidupku
    Lengkapi diriku
    Oh sayangku, kau begitu
    Sempurna.. Sempurna..

    Kau genggam tanganku
    Saat diriku lemah dan terjatuh
    Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku

    Back to *

    BalasHapus